You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Salamrejo
Logo Desa Salamrejo
Salamrejo

Kec. Sentolo, Kab. Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

SELAMAT DATANG DI WEB SITE KALURAHAN SALAMREJO

Warga Dhisil Bersama Komunitas Pecinta Pusaka Gelar Jamasan Pusaka dan Tosan Aji untuk Lestarikan Tradisi Menyambut Tahun Baru Islam

Admin Kalurahan 29 Juni 2026 Dibaca 5 Kali
Warga Dhisil Bersama Komunitas Pecinta Pusaka Gelar Jamasan Pusaka dan Tosan Aji untuk Lestarikan Tradisi Menyambut Tahun Baru Islam

Salamrejo – Warga Padukuhan Dhisil, Kalurahan Salamrejo, bersama komunitas pecinta pusaka dan tosan aji menggelar prosesi Jamasan Pusaka dan Tosan Aji secara massal pada Minggu (28/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di kediaman Bapak Sugiarto, RT 25 RW 13, Padukuhan Dhisil, ini merupakan tradisi turun-temurun yang terus dilestarikan oleh masyarakat sebagai bagian dari warisan budaya leluhur.

Prosesi jamasan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dengan melibatkan sekitar 55 pusaka, yang terdiri atas keris, tombak, pedang, patrem, dan berbagai tosan aji lainnya. Pembersihan pusaka dilakukan secara khidmat sesuai tata cara tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Rangkaian kegiatan sebenarnya telah diawali sejak Sabtu malam (27/6/2026) melalui gladen beksan klasik yang diikuti para pegiat seni tari klasik dari Padukuhan Dhisil dan sekitarnya. Latihan tersebut dipimpin oleh Bapak Sujarwadi bersama Mas Totok sebagai upaya menjaga kelestarian seni budaya yang menjadi bagian dari rangkaian tradisi jamasan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Edy Sujatmiko dari tingkat provinsi, perwakilan Polsek Sentolo, Lurah Salamrejo, Ketua Budaya Salamrejo, Pendamping Budaya Salamrejo, komunitas pecinta pusaka dan tosan aji, para pemilik pusaka, Karang Taruna Padukuhan Dhisil, serta masyarakat setempat.

Pelaksanaan jamasan memiliki berbagai tujuan, antara lain melestarikan tradisi adat, menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, mempererat tali silaturahmi antarwarga, serta nguri-uri peninggalan para leluhur. Selain sebagai ritual perawatan pusaka, kegiatan ini juga menjadi sarana mengenang dan mengungkap kembali sejarah serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam berbagai pusaka warisan nenek moyang.

Melalui penyelenggaraan tradisi ini, masyarakat Padukuhan Dhisil berharap budaya jamasan pusaka tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya lokal yang patut dijaga dan dibanggakan.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan