Salamrejo – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, warga Padukuhan Giyoso, Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo, menggelar tradisi tahunan Bersih Dusun dan Nguras Sumur Jlegong pada Minggu (28/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Plataran Sumur Jlegong RT 13 RW 07 ini berjalan dengan lancar dan berakhir pada pukul 11.30 WIB.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Jumat dengan pemasangan dua pasang tenda sebagai persiapan acara. Persiapan dilanjutkan pada Sabtu, sementara puncak kegiatan dilaksanakan pada Minggu pagi pukul 06.00 WIB dengan prosesi pengurasan Sumur Jlegong yang dilakukan secara gotong royong oleh warga.
Usai pengurasan sumur, seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Kaum Rois Giyoso, Bapak Sigit Hartanto. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kenduri atau baritan yang diikuti seluruh warga sebagai wujud kebersamaan, rasa syukur, dan doa bersama menyambut Tahun Baru Islam.
Turut hadir mewakili Pemerintah Kalurahan Salamrejo, Carik Kalurahan Salamrejo, Ibu Wulan Rahmawati, S.IP., bersama seluruh warga Padukuhan Giyoso yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Pelaksanaan tradisi pada hari Minggu dipilih agar seluruh warga dapat berpartisipasi. Tradisi ini bertujuan mempererat kerukunan antarwarga, melestarikan budaya leluhur, menjaga kebersihan lingkungan, serta sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan harapan memperoleh keselamatan, keberkahan, dan kehidupan yang lebih baik di tahun baru Islam maupun di masa mendatang.
Sumur Jlegong memiliki nilai sejarah yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Nama "Jlegong" dipercaya berasal dari kisah saat Pangeran Diponegoro melintasi wilayah Giyoso dan terperosok atau "kejlegong" di lokasi tersebut. Cerita tersebut hingga kini masih hidup di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari sejarah lokal yang terus dijaga keberadaannya.
Melalui tradisi Bersih Dusun dan Nguras Sumur Jlegong, masyarakat Giyoso berharap semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta penghormatan terhadap warisan budaya leluhur dapat terus terpelihara dan diwariskan kepada generasi penerus.