Salamrejo — Lurah beserta pamong Kalurahan Salamrejo menghadiri kegiatan Pengajian Rutin Aparat Kapanewon Sentolo yang diselenggarakan pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 07.30 WIB. Kegiatan tersebut bertempat di Balai Kalurahan Kaliagung dan diikuti oleh aparat kapanewon, Polsek Sentolo, Koramil Sentolo, BPP Sentolo, Puskesmas Sentolo I dan II, KUA, perwakilan kalurahan, serta tamu undangan lainnya.
Pengajian rutin ini menghadirkan pemateri Gus Ahmad Mukhamad Ma’ruf Masduqi, S. Fil, Pengasuh Pondok Pesantren Al Miftah Kauman, Nanggulan. Dalam tausiyahnya, Gus Ahmad menyampaikan materi tentang sifat kebaikan sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat dan bekerja, khususnya bagi aparatur pemerintahan.
Gus Ahmad menjelaskan bahwa kebaikan tidak dapat berdampingan dengan kejelekan. Oleh karena itu, setiap individu harus membiasakan diri untuk berbuat baik dan meninggalkan perbuatan buruk. Ia mencontohkan bahwa seseorang menjadi pencuri karena terbiasa mengambil sesuatu yang bukan haknya, sedangkan orang yang tidak terbiasa mencuri akan tumbuh menjadi pribadi yang baik.
Lebih lanjut disampaikan bahwa membaiki kebiasaan yang buruk memiliki hikmah, karena sering kali terdapat kebaikan di balik suatu kejelekan. Gus Ahmad juga menekankan pentingnya bersikap bermurah hati kepada sesama serta tidak mengingat-ingat keburukan orang lain. Menurutnya, ketika sudah memahami suatu perbuatan itu tidak baik, maka tidak perlu lagi dibicarakan atau dijadikan pembenaran untuk melakukan hal serupa.
Dalam tausiyah tersebut, Gus Ahmad mengingatkan agar dalam berbuat baik, seseorang tidak meniru keburukan orang lain meskipun orang tersebut terlihat berhasil. Sebaliknya, hendaknya meneladani kebaikan orang-orang yang menjaga diri untuk tidak mengambil hak orang lain. Ia juga menegaskan agar manusia tidak merasa diri paling baik dan menilai orang lain buruk, karena pencatatan kebaikan dan keburukan merupakan tugas malaikat.
Konsep kebaikan yang diajarkan Rasulullah SAW, menurut Gus Ahmad, adalah berbuat baik kepada siapa pun tanpa membedakan, karena pada hakikatnya antara orang baik dan orang yang berbuat salah masih bercampur dalam kehidupan. Bahkan, keberadaan orang yang kikir atau pelit dapat menjadi ladang kebaikan bagi orang lain yang mau bersabar dan tetap berbuat baik.
Kehadiran Lurah dan pamong Kalurahan Salamrejo dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan terhadap pembinaan mental dan spiritual aparatur. Melalui pengajian rutin ini, diharapkan nilai-nilai kebaikan dapat terus tertanam dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dalam pelayanan kepada masyarakat.